Hafalan Sholat Delisa

Mengambil setting peristiwa Tsunami di Aceh, buku ini penuh dengan konflik di setiap bagian. Diawali dengan cerita tentang keluarga kecil di Lhok Nga, keluarga Usman. Ummi, Cut Fatimah, Cut Zahra, Cut Aisyah, dan si bungsu Delisa yang merupakan tokoh sentral di novel ini. Drama kehidupan sosial masyarakat Aceh pun dimulai. Religius, sederhana dan tenang. Sampai akhirnya peristiwa Tsunami terjadi, meliukkan tarian kematian, mengubah mimpi jadi tangisan.

Yang menarik dari novel ini adalah Tere-Liye-sang penulis novel, sangat pandai mengaduk-aduk perasaan pembaca. Penggambaran keadaan peristiwa- peristiwa pun begitu istimewa, seolah-olah kita ikut terlarut di dalamnya. Jika biasanya konflik pada novel ditempatkan hanya di depan, tengah atau di belakang, maka tak henti-hentinya pembaca akan dikagetkan dengan konflik yang selalu hadir. Saya pun cukup kaget dengan konflik yang hadir di akhir novel, membuat hatiku mengharu-biru (mengambil istilah Kang Abik dalam novel Ayat-Ayat Cinta).
Jika Ayat-ayat Cinta kaya akan kehidupan, maka Hafalan Sholat Delisa kaya akan makna kehidupan!
Bagi anda yang mencari novel yang bergizi, novel ini sangat saya rekomendasikan untuk anda beli (minimal pinjem ama temen) .

About these ads

26 Responses to “Hafalan Sholat Delisa”


  1. 1 nanin May 1, 2007 at 9:54 am

    yaaaaaaaaaa..
    nin kmrn dah liat buku nih.. bingung antara buku ni ma cinta yang terlmbat..
    berhub kak den pernah ngomong cinta yg terlamabat bagus, jd beli buku tuh kmrn.. lumayan si, baru baco dikit, tp kt kak den bgsnyo di ujung crto,..

    cari pinjaman bae ah, ada yg mau meminjamkan? ;p
    or klo beli pun awal bulan gek bae lah.. hehe anak kos gt lho :p

  2. 2 Angga Umbara December 15, 2007 at 11:34 am

    buku ini mengajari sisi kehidupan dengan cara yang berbeda….. kepolosan dan keikhlasan yang ditunjukkan oleh delisa, benar2 menjdi bahan yang dapat digunakan buat evaluasi diri,,,, bahkan saya yang sudah mahasiswa, masi mencari arti keikhlasan yang sesungguhnya,,, Buku Hafalan Shalat Delisa mengajari untuk mencintai kehidupan ini, bukan hanya anugrah tapi juga bencana,,,,,,,, ikhlas adalah jawaban untuk berbagai masalah hidup dan kehidupan

    (from : Angga Umbara, Padang, Sumatera Barat)

  3. 3 ari's January 9, 2008 at 5:50 pm

    Saya menunjukkan buku ini pada teman sekantor yang berasal dari Lhoknga, memegang sebentar baca sinopsisnya dan dikembalikan. Saya menyadari, sebagai salah seorang “korban” teman saya malah ingin melupakan.
    Padahal maksud saya baik, ingin menunjukkan semangat kebangkitan Delisa dari keputusasaan.

    tapi saya kok jadi ga yakin ya ama tere-liye itu pernah datang ke aceh. jangan-jangan dia menulis berdasar katanya dan katanya. heheeh…. Tapi gpp lah, saya suka buku ini, ringan dan mudah di mengerti.

  4. 4 Nana January 29, 2008 at 3:10 am

    buku ini bagus bgt
    saya habis 1 roll tisue dan mata saya bengkak semalaman karena menangis
    buku ini gak cuma bikin sedih tapi juga malu
    malu karena anak usia 6 tahun bahkan bisa memaknai ibadah kepada AllaH
    setelah baca buku ini saya terus bertanya ke diri saya sendiri
    “Na, sudahkah kamu menghamba dalam setiap sujudmu?”

  5. 5 fajar April 20, 2008 at 2:40 pm

    buku kereen…

    buku yang bisa membuat seorang lelaki seperti saya tersedu sedan kala membacaya!! dan hampir semua temen2 saya ikut membaca, mereka juga terharu (bahkan nangis)

    buku yang membuat saya merasa menjadi orang yang paling merugi di dunia, diman saya kurang bisa memahami arti bersyukur n ikhlas…

    nb. Pengen tanya, itu kisah nyata ato g??

  6. 6 cietra September 16, 2008 at 9:00 am

    bismillahhirrahmanirrahim…

    Alhamdulillah saya bisa membaca buku ini,, buku ini saya pinjam dari tante saya yang senang mengoleksi buku2 sejenis ini dan mungkin ini adalah bacaan perdana saya, karena sy kurang suka membaca buku, tetapi setelah membaca buku ini saya jadi suka membaca

    cerita ini telah bisa membuat saya menangis, menangis krn ketulusan seorang anak kecil yang mgkn sy sendiri blm bisa melakukannya..

    saya menangis krn saya teringat ibu saya yang 8th lalu telah menghadap illahi robbi,,
    saya menangis mengingat abi usman yang begitu sayang kpd delisa,, saya menangis krn teringat ayah saya yang 10 th lalu telah pergi untuk selamanya menghadap sang khaliq..

    delisa masih jauh lebih beruntung dari saya,, delisa masih mempunyai abi yang sgt syg kpdnya…

    cerita ini juga telah membuat saya semakin sayang kpd kakak-kakak saya.. hidup saya ini memang bertolak belakang dengan delisa,, alhamdullilah sy msh ditemani kakak-kakak yang syg kpd saya..

    delisa begitu mengetuk hati saya,, untuk selalu mengingat Allah SWT..untuk ikhlas menerima semua,, walaupun hrs terpisah sekalipun dengan orang tercinta..

    thx delisa I Love U

  7. 7 RobiMu October 20, 2008 at 1:27 pm

    kok sisulung…delisa..sibungsu kalee…hehe koreksi niy…bwt penullis blognya

  8. 8 anis October 24, 2008 at 4:41 am

    gak cukup 2 jempol untuk novel ini..
    bagus banget,,
    sarat akan nilai religi..
    4 me,, it is the best novel..

  9. 9 Ferry October 24, 2008 at 6:13 am

    @ RobiMu : Thanks buat koreksinya :D

    kelupaan euy

  10. 10 ully November 6, 2008 at 4:41 am

    assalammualaikum…
    subhanallah…buku yang mengajarkan arti ketulusan…kesejukan hati…dan kemurnian sikap…sungguh amat mendidik bagi generasi muda….remaj remaj islam….

    menjadikan tauladan bagi…para keluarga…lebih menghargai kebersamman…

    subhanallah..
    sungguh sangat bersyukur…karna tlah diberi kesempatan membaca….

  11. 11 wulanekadalu November 21, 2008 at 3:42 am

    aku ga brenti nangis pak baca buku ini
    dari tsunami sampe lembar terakhir…
    jadi inget dulu waktu awal Tsunami ada dberita TV, ga tau knapa tiba-tiba nangis aj sampe temen2 kosan bingung :D

  12. 12 nuradinugroho February 9, 2009 at 9:53 am

    arti keikhlasan….pas endingnya bikin aku merinding…great book!!!

  13. 13 a.pRataMa a.k.a aBoed February 26, 2009 at 1:12 pm

    saya meminjam buku ini dari mas bayu saking serunya lupa ngembaliin sampai di ingatkan oleh yang punya, setelah saya meminjam buku ini dipinjam oleh angga umbara yang memberi komentar pada no 2 jadi angga sama sama meminjam buku dari mas bayu jadi terima kasih pada mas bayu yang telah meminjamkan buku terima kasih mas bay………

  14. 14 ezo olendino February 26, 2009 at 1:16 pm

    Luar biasaa……..

    buku yang menakjubkan,
    mengajarkan kita akan kehidupan ini,
    menunjukkan banyak hal dalam “sisi” yang berbeda.

    satu kata : Luarbiasaa.

  15. 15 rizki bayuadi February 26, 2009 at 1:19 pm

    buku ini mengajarkan banyak hal kepada saya, terutama tentang arti hidup dan kehidupan.
    buku ini sangat menarik, salut untuk pengarangnya…

    sakng menariknya, buku ini banyak dipinjam oleh temen-teman saya, bahkan saya tak tahu keberadaan buku itu sekarang.

    ehm, bagi yang merasa meminjam, tolong balikin secepatnya ya…

    (bayu, padang, sumbar)

  16. 16 Fitri Lusiastuti March 6, 2009 at 1:07 pm

    bukunya keren bangeeeeeeeeet
    bikin terharu, banyak pelajaran yang bisa qt ambil dari ni buku
    ketegaranny bikin kita nangis,hikshiks

    thankyu buat mas bayu yg dah minjemin buku ni, n jadi orang pertama yg minjem…hehehehe
    bukunya ilang y????
    mudah2an bagi yang minjem inget bwt balikin..

  17. 18 nabila April 18, 2009 at 9:40 pm

    novel pertama yang uda bisa bkin ak nangs kebih dari 5x . subhanallah !! keren bgd !!
    . ak sampek pgn tmen2ku smwnya baca novel ini .
    keren bdg !!

  18. 20 Anwar insan Siregar May 29, 2009 at 10:19 am

    aku baru selesai membaca buku ini. tapi menyisakan pertanyaan bagi saya.
    1. Apakah delisa meninggal waktu pergi mencuci tsngsn di sungai?
    2. yang waktu delisa ceting dengan shopi apakah bisa. kan delisa ga paham bahasa inggris?
    kenapa sich ga dijadikan ummunya delisa masih hidup dan kemudian bertemu dengan delisa. kan lebih seru tuh.
    thanks ya atas perhatiaannya

  19. 21 arashi June 1, 2009 at 7:02 pm

    keren puolll… dehhh
    aq dah nangis brapa kali ya????? aq jadi nmalu ma delisa he…he…he… wat tere liye terus berkarya ya!!!!

  20. 22 indah November 25, 2009 at 11:07 am

    subhanallah,, cerita dari buku ini bgus skali..buku ini membuat saya termotivasi untuk lebih rajin shalat..

  21. 23 Andi Nadya April 1, 2011 at 5:16 pm

    Baru selesai baca buku ini.
    Bagus banget !!!!!
    Membuat para pembacanya sadar akan ketulusan dan keikhlasan!

    LIKE Darwis Tere Liye !!

  22. 24 azhra meidianti latifah April 5, 2011 at 7:59 pm

    subhanllah , cerita ini bagus banget , sampe nangis saya baca’a :)
    oke deeh buat hafalan surat delisa !

  23. 25 hen July 13, 2011 at 11:00 am

    novel yag memperkaya jiwa,,,,,,,,v knp gag happy ending?n ap delisa meninggal sat cuci tgan t?ad gag part 2 nya?

  24. 26 Azizah Nur Fitriana August 28, 2011 at 4:26 pm

    subhanallah novel ini
    sangat bagus ceritanya…
    apa boleh dbuat gratis ketika ingin d download ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: