Archive for June, 2009

Agar subuh tidak telat (lagi)

Seringkali kejadian bangun siang terjadi. Menyesal karena terlambat bangun. Terlambat sholat subuh. Menyesal karena tidak sempat sholat subuh berjamaah. Atau menyalahkan orang lain karena tidak membangunkan. Hmmmm, tidak solutif.

Bicara bangun pagi, atau bangun di sepertiga malam akhir, gampang-gampang susah. Bisa menjadi gampang ketika niatan untuk bangun begitu kuat dihati. Akan menjadi susah manakala syetan sudah menjadi sahabat karib kita. Berikut adalah tips-tips untuk bangun dipagi hari:

  1. Niat untuk bangun lebih awal, ulangi terus niat ini. Resapi dan jadikan niatan itu merasuki otak kita. Niat ini yang paling utama,
  2. Berdoa sebelum tidur, syukur-syukur dalam keadaan bersuci/berwudlu. Memohon pada Allah agar memberikan ampunan dan karunia untuk bisa bangun di awal
  3. Jika ada teman yang sering bangun lebih awal, mintalah untuk  bersedia membangunkan
  4. Jika sendirian, pasang alarm dan sediakan alarm cadangan pada menit berikutnya. Contoh, saya memakai dua Hape sebagai alarm. Hape pertama diset 03.40, 04.00, 04.20 sedangkan hape kedua 04.00 dan 04.30. Karena terkadang secara refleks tangan akan mematikan alarm tanpa sadar, kemudian pulas kembali. Alarm 04.20 untuk mengingatkan saatnya witir, 04.30 untuk mengingatkan siap-siap ke masjid, karena waktu sholat subuh sudah dekat.
  5. Langsung bangun, jangan nempel ke kasur lagi. Karena kita diikat oleh syetan sebanyak 3 kali, setiap ikatan syetan membisikkan “malam masih panjang, tidurlah dengan nyenyak”. Ikatan pertama akan lepas saat berdoa, kedua akan lepas saat kita berwudlu dan ikatan terakhir akan lepas saat kita sholat.

Awalnya mungkin berat, tapi insyaAllah bisa. InsyaAllah anda akan mudah bangun pagi. Menikmati keheningan. Berdialog, meminta hanya pada-Nya. Syahdu.

Karena bangun pagi adalah salah satu karunia dari Allah, bersyukurlah seandainya kita mendapatkannya. Berbahagialah jika nikmat itu selalu Allah berikan, jangan sampai maksiat membuat Allah mencabutnya.

Mari kita ramaikan sholat subuh berjamaah. Jangan biarkan suasana masjid kala subuh menjadi “jompo”. Isi shaff-nya dengan diri kita. Segarkan suasananya. Raih sejuknya pagi hari. Dan mari ucapkan Asbahna :)

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mendayu memecah sepi
Selang seli sahutan ayam

Tetapi insan kalaupun ada hanya
Mata yang jelek dipejam lagi
Hatinya penuh benci
Berdengkurlah kembali

Begitulah peristiwa di Subuh hari
Suara insan di alam mimpi

Ayo bangunlah tunaikan perintah Allah
Sujud mengharap keampunanNya
Bersyukurlah, bangkitlah segera
Moga mendapat keridhoannya

Begitulah peristiwa di Subuh hari
Setiap pagi, setiap hari

(Peristiwa Subuh-Raihan)

(Masih) ada ruang untuk cinta

Selalu ada pilihan atas ruang-ruang yang ada. Setiap ruang akan memiliki makna yang berbeda. Lebih indah. Lebih melankolik. Lebih heroik. Semua pilihan akan jatuh pada kondisi yang sesuai dengan keinginan. Sesuai yang diniatkannya.

Seperti halnya ketika saudara saya bertanya, “Bolehkah kita memilih sendiri?”

Hmm, pertanyaan  yang mengundang diskusi. Saya pun teringat ketika hal ini pernah saya pertanyakan pada ustadz. “Boleh, asal dikomunikasikan”, jawab beliau.

Komunikasi, berarti tidak sekedar mengabarkan. Ada dialog disana. Ada pertimbangan-pertimbangan yang akan dibahas. Menggapai kebaikan. Tidak hanya untuk pribadi tapi untuk kemaslahatan bersama.

Love is blind, suatu saat Redy-salah satu saudara saya- mengucapkannya ketika sudah menikah. Semua indah. Khas remaja, kata orang-meskipun saya tidak setuju, karena urusan ini tidak mengenal usia-.

Bagaimana kalau rasa itu datang tanpa diundang. Haruskah dihilangkan. Apalagi kalau muncul perasaan antara ikhwan dan akhwat, sementara mereka menganggap fitrah itu kotor. Ter ingat kisah Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Bukankah sudah ada kecenderungan sebelumnya. Namun Ali cerdas memanajemen hati. Menyimpan dan mengungkapkan disaat yang tepat. Menjadikan penguat tekad. Bukan meninggalkannya serta merta.

Ini adalah karena hati yang jernih, Ali tahu persis keutamaan Fatimah. Keshalihannya. Akhlaknya. Lantas kenapa tidak segera dipinang.

Kalau memang dia adalah jawaban atas doa dan istikharah. Lantas, haruskah dibuang. Mengingkari perasaan. Akankah lebih baik, menata hati, menguatkan tekad, lantas menjemputnya.

Sekali lagi bukan karena masalah nafsu belaka. Hal yang kadang membuat suci jadi kotor. Karena bisa jadi hati tidak jernih,menjadi tertutup. Alih-alih istikharah, sholat hajat yang ditunaikan. Bukannya meminta petunjuk meminta yang terbaik, justru memaksa Allah menjodohkan dengannya. Mungkin akan sama orangnya, tapi bukankah lebih indah ketika Allah mengulurkannya dengan lembut, bukan melempar dengan murka.

“Boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula engkau menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui,Sedang engkau tidak mengetahui.”. Indah Allah memberi petunjuk bagi manusia. Bukankah kita hanya manusia yang tidak tahu apa-apa, sedang Allah Maha Mengetahui. Saya memohon semoga Allah memberi yang terbaik untuk kita.

meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu

maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta

(Rapuh-Opick)

Dedicated for my brother and myself

Berharaplah pada Allah , bukan pada manusia

Ingin kugandeng tangannya (lagi)

Tak pernah jemu hati ini untuk mengingatnya. Tak lelah bibir ini untuk berbicara lama dengannya. Satu jam, dua jam. Ah kadang kurang lama. Sudah lama aku mengenalnya, sering bertemu, sering berinteraksi. Dan kini hanya bisa via telpon. Lumayan, bisa mengurangi rasa kangen :)

Dia pun hadir saat wisuda, saat genap diri ini menyandang gelar sarjana. Istimewa, dia memakai pakaian yang aku tunjukkan. Senangnya. Kusempatkan untuk berfoto bersama dengannya.

Wanita ini selalu spesial di hatiku. Begitu mengerti perasaanku. Itulah makanya, meskipun aku adalah seorang yang mandiri, saat berdua dengannya, langsung berubah manja. Dia selalu bisa menjadi pendengar yang baik, sekaligus pemberi nasihat yang indah. Pesan sederhananya, “Jangan lupa sholat nanti malem”. Terimakasih, engkau mengingatkan.

Wanita ini begitu mengesankan, banyak hal-hal tentang dirinya yang tak pernah kulupakan. Kebiasaan-kebiasaannya, lugas tergambar. Saking bermaknanya, tak pernah lupa didaftar doa. Memohon agar selalu dalam kesehatan dan keberkahan. Aku takut kehilangan seseorang yang begitu berharga dalam hidupku.

Lama aku tak bisa menatap wajahnya. Lama tak melihat ekspresi wajah dan tubuhnya saat berbicara. Sudah lama tangan ini tidak menggandeng tangannya dengan lembut. Berjalan hanya berdua saja. Berboncengan dengan motor menikmati jalanan Bandung, mencari jilbab :D . Rindu aku.

Dan sempurna, saya mengatakan cinta, lirih.

Ibu… aku kangen, aku ingin menggandeng tanganmu lagi :)

Kapan kita jalan-jalan lagi di Bandung?

Kata mereka diriku selalu dimanja

Kata mereka diriku selalu ditimang

Nada-nada yang indah

Selalu terurai darinya

Tangisan nakal dari bibirku

Takkan jadi deritanya

(Bunda-Melly G)



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.