<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menjemput Asa</title>
	<atom:link href="http://afit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://afit.wordpress.com</link>
	<description>berbagi kisah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 04:26:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='afit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menjemput Asa</title>
		<link>http://afit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://afit.wordpress.com/osd.xml" title="Menjemput Asa" />
	<atom:link rel='hub' href='http://afit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menapaki rasa, hari ini</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/07/28/menapaki-rasa-hari-ini/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/07/28/menapaki-rasa-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 17:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[jagatulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Entah mengapa hari ini saya merasa tidak biasa. Mengingat segala keburukan diri. Kelemahan. Dosa-dosa yang tak terhitung. Merasa bahwa diri ini adalah tanah yang terus ternoda. Yang terus ternganga oleh luka dosa, terkikis iman karena maksiat. Yang jauh dari rasa tawadhu. Sombong. Merasa lebih mulia. Ikhlas yang tercampur dengan pujian. Astaghfirullah Alhamdulillah, sampai hari ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=143&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah mengapa hari ini saya merasa tidak biasa. Mengingat segala keburukan diri. Kelemahan. Dosa-dosa yang tak terhitung. Merasa bahwa diri ini adalah tanah yang terus ternoda. Yang terus ternganga oleh luka dosa, terkikis iman karena maksiat. Yang jauh dari rasa tawadhu. Sombong. Merasa lebih mulia. Ikhlas yang tercampur dengan pujian. Astaghfirullah</p>
<p>Alhamdulillah, sampai hari ini Engkau memberi segala kenikmatan. Haru hati ini, Engkau begitu sayang kepadaku.. Padahal tak sedikit diri ini lupa kepadaMu. Lalai. Allah aku malu, kadang cintaMu tak berbalas. Sering terlena dengan yang lainnya.</p>
<p>Allah.. begitu makna syukurku sangat sempit. Tak seluas seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Seorang yang dijamin masuk syurga begitu bersemangat beribadah. Terhentak saat mengingat kisah beliau, yang lebih mencintai sholat malam daripada hal duniawi. Daripada berduaan dengan istri, terlelap pulas dalam buaian mimpi. Lembut saat beliau mengatakan bahwa beliau ingin bersyukur kepada Sang pemberi nikmat. Mataku selalu berkaca-kaca, dan menangis. Beliau tak pernah lupa bersyukur. Sedangkan aku? Sering aku hanya datang saat terluka. Saat butuh bantuan, terjembab dalam kedukaan. Namun jauh dariMu saat nikmat hadir. Saat lapang. Tenggelam dalam kesenangan.</p>
<p>Padahal jelas dalam surat cintaMu tertera</p>
<p><em>“La&#8217;in syakartum laa aziidannakum, wala&#8217;in kafartum inna adzabii lasyadiid” (Ibrahim-7)</em></p>
<p> <em>Jika kamu bersyukur akan nikmat yang Aku berikan kepada-Mu, niscaya akan Aku tambah nikmat tersebut kepadamu, namun jika kamu kufur akan nikmat-Ku, ingatlah bahwa azab-Ku sangat pedih. </em></p>
<p>NikmatMu sungguh tak terhitung. Tak kan tertulis meski lautan dijadikan tinta. Begitu cintaMu tetap hadir. Mengisi hari-hari. Memberi apa yang dipinta. Mengabulkan do’a-do’a pada yang datang padaMu. Memudahkan kepada siapa yang bersungguh-sungguh berharap padaMu.</p>
<p><em>Tuhan betapa aku malu</em></p>
<p><em>Atas semua yang Kau beri</em></p>
<p><em>Padahal diriku terlalu sering membuatM</em><em>u</em><em> kecewa<br />
Entah mungkin karna ku terlena</em></p>
<p><em>Sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali</em></p>
<p><em>Agar aku kembali</em></p>
<p>(Edcoustic-Aku ingin mencintai-Mu)</p>
<p>Hari ini menjadi begitu bermakna. Semoga aku bisa Mencintai-Mu dengan sebenar-benar cinta. Semoga diri ini bisa menjadi seorang yang bersyukur, <em>Abdan syakuran</em>. Bukan seorang yang kufur nikmat<em>. </em>Agar nikmat selalu bertambah dan penuh dengan keberkahan.</p>
<p>Kututup hari ini dengan do’a indah, yang sering membasahi lisan mulia Rasulullah.</p>
<p><em>Allahumma inni as’alukal huda wat tuqaa wal ‘afafa wal ghina. </em></p>
<p><em>Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu petunjuk, ketaqwaan, kesucian dan kecukupan.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=143&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/07/28/menapaki-rasa-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembalilah..</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/07/06/kembalilah/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/07/06/kembalilah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 02:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[jagatulisan]]></category>
		<category><![CDATA[doa rabithah]]></category>
		<category><![CDATA[futur]]></category>
		<category><![CDATA[izzis]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Sedih. Kala engkau bercerita, “Mata yang dulu teduh kini mata itu menatap sinis padaku. Menilaiku sebelah mata, setelah-sebelumnya menganggapku sebagai saudara seiman. Yang dulu senantiasa penuh dengan rasa itsar seakan hilang. Yang dulu mengucap salam kini seakan kebas akan kehadiranku. Hanya karena aku membuat satu kesalahan. Karena futur. Namun dianggap fatal. Seakan tiada kata maaf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=140&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedih. Kala engkau bercerita,</p>
<p>“Mata yang dulu teduh kini mata itu menatap sinis padaku. Menilaiku sebelah mata, setelah-sebelumnya menganggapku sebagai saudara seiman. Yang dulu senantiasa penuh dengan rasa itsar seakan hilang. Yang dulu mengucap salam kini seakan kebas akan kehadiranku. Hanya karena aku membuat satu kesalahan. Karena futur. Namun dianggap fatal. Seakan tiada kata maaf lagi.”</p>
<p>Huffh, saya hanya bisa menahan sesak. Inilah alasan engkau tidak mau kembali lagi.</p>
<p>“Akhi, bisa jadi apa yang antum kira, benar adanya, atau-bisa jadi salah sempurna. Bukankah hanya Allah yang Maha Mengetahui isi hati seseorang. Bisa jadi antum salah mengira, hanya perasaan antum saja. Antum merasa bersalah, sehingga saat ada teman yang sedang pusing, diam, antum kira sinis. Ketika ada teman yang sedang buru-buru, atau memang tidak melihat, antum kira tidak mau menyapa. Kalaupun antum benar kiranya, sesungguhnya beliaupun hanya seorang manusia. Seperti kita. Bisa kecewa, ketika ada salah yang tampak. Namun bukan berarti lantas antum pergi dari jalan ini ”</p>
<p>“Lantas engkau pun merasa bukan bagian dari kami lagi. Merasa malu, jika harus bertemu dengan kami. Bisakah antum lupakan semuanya, toh masih ada yang lain. Kenapa harus memikirkan segilintir orang yang tidak suka pada kita, lantas mengabaikan pandangan hangat saudara-saudara lainnya. Saya tidak suka antum dibilang orang yang berguguran, saya meyakini antum hanya berifikir, mengumpulkan kepingan yang terserak, agar kembali utuh. Agar-justru merasa lebih yakin di jalan ini, seperti Ibrahim ketika mencari kebenaran. Salah, salah, salah dan akhirnya mendapat cahaya kebenaran”</p>
<p>“Bisakah engkau kembali?”</p>
<p>Engkau pun terdiam sesaat,</p>
<p>“ Saya masih malu akh, sudah lama saya pergi. Masih pantaskah?, sudah tertinggal jauh”</p>
<p>“ <em>Bro</em>, saya pun masih belajar. Kita disini hanya berniat memperbaiki diri lebih baik lagi. Tiada niat berbangga diri. Merasa paling mulia karena lebih dulu atau lebih lama di jalan ini. Yang penting adalah niatan kita untuk berubah, konsisten. Ke-arah yang lebih baik”</p>
<p>“ <em>Thanks bro, </em>butuh waktu untuk bisa kembali lagi, mohon doanya”</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Sering. Sering sekali dialog ini terulang dalam episode jalan ini. Saudara kita merasa tercecer, merasa ditinggalkan. Sampai berkata salah apa saya?. Merasa diberi label “gugur” di dahinya. Astaghfirullah..</p>
<p><em>Sesungguhnya engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu</em></p>
<p><em>Berhimpun dalam naungan cintamu</em></p>
<p><em>Bertemu dalam ketaatan</em></p>
<p><em>Bersatu dalam perjuangan</em></p>
<p><em>Menegakkan syariat dalam kehidupan</em></p>
<p><em>Kuatkanlah ikatannya</em></p>
<p><em>Tegakkanlah cintanya</em></p>
<p><em>Tunjukilah jalan-jalannya</em></p>
<p><em>Terangilah dengan cahaya-Mu yang tiada pernah padam</em></p>
<p><em>Ya Rabbi bimbinglah kami</em></p>
<p><em>(Doa Rabithah-Izzis)</em></p>
<p>Akhi kami rindu kehadiranmu. Rindu canda dan tawamu. Potongan-potongan sejarah di kampus selalu menyeruak indah. Memoar semangatmu, idealisme-mu tergambar lugas. Jangan padamkan itu.</p>
<p>Sesungguhnya jalan ini masih panjang, garis <em>finish</em> ada, bukan saat gelar ST tersandang. Atau saat <em>maisyah</em> tergapai, ataupun saat <em>aisyah</em> tersanding. Garis <em>finish</em> itu ada saat ajal datang dan kemenangan berbuah taman syurga.</p>
<p><em>Wamal hayaa tuddunyaa illaa mataaul ghuruur. </em>Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang melenakan.<em> (Ali Imran :185)</em></p>
<p>Saudaraku…</p>
<p>Selalu ada tempat untukmu..</p>
<p>Kembalilah…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=140&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/07/06/kembalilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar subuh tidak telat (lagi)</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/06/09/agar-subuh-tidak-telat-lagi/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/06/09/agar-subuh-tidak-telat-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 09:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[jagatulisan]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kejadian bangun siang terjadi. Menyesal karena terlambat bangun. Terlambat sholat subuh. Menyesal karena tidak sempat sholat subuh berjamaah. Atau menyalahkan orang lain karena tidak membangunkan. Hmmmm, tidak solutif. Bicara bangun pagi, atau bangun di sepertiga malam akhir, gampang-gampang susah. Bisa menjadi gampang ketika niatan untuk bangun begitu kuat dihati. Akan menjadi susah manakala syetan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=135&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali kejadian bangun siang terjadi. Menyesal karena terlambat bangun. Terlambat sholat subuh. Menyesal karena tidak sempat sholat subuh berjamaah. Atau menyalahkan orang lain karena tidak membangunkan. Hmmmm, tidak solutif.</p>
<p>Bicara bangun pagi, atau bangun di sepertiga malam akhir, gampang-gampang susah. Bisa menjadi gampang ketika niatan untuk bangun begitu kuat dihati. Akan menjadi susah manakala syetan sudah menjadi sahabat karib kita. Berikut adalah tips-tips untuk bangun dipagi hari:</p>
<ol>
<li>Niat untuk bangun lebih awal, ulangi terus niat ini. Resapi dan jadikan niatan itu merasuki otak kita. Niat ini yang paling utama,</li>
<li>Berdoa sebelum tidur, syukur-syukur dalam keadaan bersuci/berwudlu. Memohon pada Allah agar memberikan ampunan dan karunia untuk bisa bangun di awal</li>
<li>Jika ada teman yang sering bangun lebih awal, mintalah untuk  bersedia membangunkan</li>
<li>Jika sendirian, pasang alarm dan sediakan alarm cadangan pada menit berikutnya. Contoh, saya memakai dua Hape sebagai alarm. Hape pertama diset 03.40, 04.00, 04.20 sedangkan hape kedua 04.00 dan 04.30. Karena terkadang secara refleks tangan akan mematikan alarm tanpa sadar, kemudian pulas kembali. Alarm 04.20 untuk mengingatkan saatnya witir, 04.30 untuk mengingatkan siap-siap ke masjid, karena waktu sholat subuh sudah dekat.</li>
<li>Langsung bangun, jangan <em>nempel</em> ke kasur lagi. Karena kita diikat oleh syetan sebanyak 3 kali, setiap ikatan syetan membisikkan “malam masih panjang, tidurlah dengan nyenyak”. Ikatan pertama akan lepas saat berdoa, kedua akan lepas saat kita berwudlu dan ikatan terakhir akan lepas saat kita sholat.</li>
</ol>
<p>Awalnya mungkin berat, tapi insyaAllah bisa. InsyaAllah anda akan mudah bangun pagi. Menikmati keheningan. Berdialog, meminta hanya pada-Nya. Syahdu.</p>
<p>Karena bangun pagi adalah salah satu karunia dari Allah, bersyukurlah seandainya kita mendapatkannya. Berbahagialah jika nikmat itu selalu Allah berikan, jangan sampai maksiat membuat Allah mencabutnya.</p>
<p>Mari kita ramaikan sholat subuh berjamaah. Jangan biarkan suasana masjid kala subuh menjadi “jompo”. Isi shaff-nya dengan diri kita. Segarkan suasananya. Raih sejuknya pagi hari. Dan mari ucapkan <em>Asbahna :)</em></p>
<p><em>Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi<br />
Berkumandang suara adzan<br />
Mendayu memecah sepi<br />
Selang seli sahutan ayam</em></p>
<p><em>Tetapi insan kalaupun ada hanya<br />
Mata yang jelek dipejam lagi<br />
Hatinya penuh benci<br />
Berdengkurlah kembali</em></p>
<p><em>Begitulah peristiwa di Subuh hari<br />
Suara insan di alam mimpi</em></p>
<p><em>Ayo bangunlah tunaikan perintah Allah<br />
Sujud mengharap keampunanNya<br />
Bersyukurlah, bangkitlah segera<br />
Moga mendapat keridhoannya</em></p>
<p><em>Begitulah peristiwa di Subuh hari<br />
Setiap pagi, setiap hari </em></p>
<p><em>(Peristiwa Subuh-Raihan)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=135&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/06/09/agar-subuh-tidak-telat-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Masih) ada ruang untuk cinta</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/06/09/masih-ada-ruang-untuk-cinta/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/06/09/masih-ada-ruang-untuk-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 04:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[jagatulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Selalu ada pilihan atas ruang-ruang yang ada. Setiap ruang akan memiliki makna yang berbeda. Lebih indah. Lebih melankolik. Lebih heroik. Semua pilihan akan jatuh pada kondisi yang sesuai dengan keinginan. Sesuai yang diniatkannya. Seperti halnya ketika saudara saya bertanya, “Bolehkah kita memilih sendiri?” Hmm, pertanyaan  yang mengundang diskusi. Saya pun teringat ketika hal ini pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=127&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu ada pilihan atas ruang-ruang yang ada. Setiap ruang akan memiliki makna yang berbeda. Lebih indah. Lebih melankolik. Lebih heroik. Semua pilihan akan jatuh pada kondisi yang sesuai dengan keinginan. Sesuai yang diniatkannya.</p>
<p>Seperti halnya ketika saudara saya bertanya, “Bolehkah kita memilih sendiri?”</p>
<p>Hmm, pertanyaan  yang mengundang diskusi. Saya pun teringat ketika hal ini pernah saya pertanyakan pada ustadz. “Boleh, asal dikomunikasikan”, jawab beliau.</p>
<p>Komunikasi, berarti tidak sekedar mengabarkan. Ada dialog disana. Ada pertimbangan-pertimbangan yang akan dibahas. Menggapai kebaikan. Tidak hanya untuk pribadi tapi untuk kemaslahatan bersama.</p>
<p><em>Love is blind,</em> suatu saat Redy-salah satu saudara saya- mengucapkannya ketika sudah menikah. Semua indah. Khas remaja, kata orang-meskipun saya tidak setuju, karena urusan ini tidak mengenal usia-.</p>
<p>Bagaimana kalau rasa itu datang tanpa diundang. Haruskah dihilangkan. Apalagi kalau muncul perasaan antara ikhwan dan akhwat, sementara mereka menganggap fitrah itu kotor. Ter ingat kisah Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Bukankah sudah ada kecenderungan sebelumnya. Namun Ali cerdas memanajemen hati. Menyimpan dan mengungkapkan disaat yang tepat. Menjadikan penguat tekad. Bukan meninggalkannya serta merta.</p>
<p>Ini adalah karena hati yang jernih, Ali tahu persis keutamaan Fatimah. Keshalihannya. Akhlaknya. Lantas kenapa tidak segera dipinang.</p>
<p>Kalau memang dia adalah jawaban atas doa dan istikharah. Lantas, haruskah dibuang. Mengingkari perasaan. Akankah lebih baik, menata hati, menguatkan tekad, lantas menjemputnya.</p>
<p>Sekali lagi bukan karena masalah nafsu belaka. Hal yang kadang membuat suci jadi kotor. Karena bisa jadi hati tidak jernih,menjadi tertutup. Alih-alih istikharah, sholat hajat yang ditunaikan. Bukannya meminta petunjuk meminta yang terbaik, justru memaksa Allah menjodohkan dengannya. Mungkin akan sama orangnya, tapi bukankah lebih indah ketika Allah mengulurkannya dengan lembut, bukan melempar dengan murka.</p>
<p><em>&#8220;Boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula engkau menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui,Sedang engkau tidak mengetahui.&#8221;</em>. Indah Allah memberi petunjuk bagi manusia. Bukankah kita hanya manusia yang tidak tahu apa-apa, sedang Allah Maha Mengetahui. Saya memohon semoga Allah memberi yang terbaik untuk kita.</p>
<p align="right"><em>meski ku rapuh dalam langkah<br />
kadang tak setia kepadaMu<br />
namun cinta dalam jiwa<br />
hanyalah padaMu</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>maafkanlah bila hati<br />
tak sempurna mencintaiMu<br />
dalam dadaku harap hanya<br />
diriMu yang bertahta</em></p>
<p align="right"><em>(Rapuh-Opick)</em><em></em></p>
<p align="right">Dedicated for my brother and myself</p>
<p align="right"><em>Berharaplah pada Allah , bukan pada manusia</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=127&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/06/09/masih-ada-ruang-untuk-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin kugandeng tangannya (lagi)</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/06/03/ingin-kugandeng-tangannya-lagi/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/06/03/ingin-kugandeng-tangannya-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 09:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[latest activity]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Tak pernah jemu hati ini untuk mengingatnya. Tak lelah bibir ini untuk berbicara lama dengannya. Satu jam, dua jam. Ah kadang kurang lama. Sudah lama aku mengenalnya, sering bertemu, sering berinteraksi. Dan kini hanya bisa via telpon. Lumayan, bisa mengurangi rasa kangen Dia pun hadir saat wisuda, saat genap diri ini menyandang gelar sarjana. Istimewa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=123&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak pernah jemu hati ini untuk mengingatnya. Tak lelah bibir ini untuk berbicara lama dengannya. Satu jam, dua jam. Ah kadang kurang lama. Sudah lama aku mengenalnya, sering bertemu, sering berinteraksi. Dan kini hanya bisa via telpon. Lumayan, bisa mengurangi rasa kangen <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dia pun hadir saat wisuda, saat genap diri ini menyandang gelar sarjana. Istimewa, dia memakai pakaian yang aku tunjukkan. Senangnya. Kusempatkan untuk berfoto bersama dengannya.</p>
<p>Wanita ini selalu spesial di hatiku. Begitu mengerti perasaanku. Itulah makanya, meskipun aku adalah seorang yang mandiri, saat berdua dengannya, langsung berubah manja. Dia selalu bisa menjadi pendengar yang baik, sekaligus pemberi nasihat yang indah. Pesan sederhananya, “Jangan lupa sholat nanti malem”. Terimakasih, engkau mengingatkan.</p>
<p>Wanita ini begitu mengesankan, banyak hal-hal tentang dirinya yang tak pernah kulupakan. Kebiasaan-kebiasaannya, lugas tergambar. Saking bermaknanya, tak pernah lupa didaftar doa. Memohon agar selalu dalam kesehatan dan keberkahan. Aku takut kehilangan seseorang yang begitu berharga dalam hidupku.</p>
<p>Lama aku tak bisa menatap wajahnya. Lama tak melihat ekspresi wajah dan tubuhnya saat berbicara. Sudah lama tangan ini tidak menggandeng tangannya dengan lembut. Berjalan hanya berdua saja. Berboncengan dengan motor menikmati jalanan Bandung, mencari jilbab <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Rindu aku.</p>
<p><strong>Dan sempurna, saya mengatakan cinta, lirih.</strong></p>
<p><em>Ibu… aku kangen, aku ingin menggandeng tanganmu lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><em>Kapan kita jalan-jalan lagi di Bandung?</em></p>
<p align="right"><em>Kata mereka diriku selalu dimanja</em></p>
<p align="right"><em>Kata mereka diriku selalu ditimang</em></p>
<p align="right"><em>Nada-nada yang indah</em></p>
<p align="right"><em>Selalu terurai darinya</em></p>
<p align="right"><em>Tangisan nakal dari bibirku</em></p>
<p align="right"><em>Takkan jadi deritanya</em></p>
<p align="right"><em>(Bunda-Melly G)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=123&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/06/03/ingin-kugandeng-tangannya-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mutaba&#8217;ah</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/05/26/mutabaah/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/05/26/mutabaah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 01:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[jagatulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah pertemuan rutin, tibalah pada satu sesi khusus. Sesi yang bisa jadi ditunggu-tunggu, atau bahkan karena tidak dewasa, justru jadi alasan pribadi untuk tidak hadir dipertemuan ini. Sesi istimewa. Sesi curhat. Mutaba’ah. Pada sesi ini semua akan menceritakan kondisinya selama sepekan atau mungkin meminta solusi dari masalah yang dihadapi. Satu per-satu akan ditanya. Kondisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=120&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 10]&gt;-->  <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam sebuah pertemuan rutin, tibalah pada satu sesi khusus. Sesi yang bisa jadi ditunggu-tunggu, atau bahkan karena tidak dewasa, justru jadi alasan pribadi untuk tidak hadir dipertemuan ini. Sesi istimewa. Sesi curhat. Mutaba’ah. Pada sesi ini semua akan menceritakan kondisinya selama sepekan atau mungkin meminta solusi dari masalah yang dihadapi. Satu per-satu akan ditanya. Kondisi kesehatan, kondisi keluarga, kondisi amalan ibadah, dan kondisi pekerjaan. Ada yang bercerita tentang adik yang akan masuk Sekolah favorit, meminta doa semoga dipermudah. Ada yang bercerita tentang pekerjaan yang masih belum kondusif. Cerita tentang ibadahnya yang semakin –Alhamdulillah- baik, atau meminta doa semoga ibadah yang pekan ini turun, bisa naik di pekan berikutnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Alhamdulillah sehat, kondisi keluarga baik. Tilawah rutin, sudah satu juz. Qiyamulail 3 kali, sholat dhuha tiap hari. Mohon do’a semoga tetap istiqomah”, kata seorang peserta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Pekan ini, ibadah lagi turun. Qiyamulail hanya sekali, tilawah bolong-bolong, sholat subuh kesiangan terus” sesal salah seorang peserta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Satu kalimat penutup dari ustadz, “ kondisi yang antum ceritakan sekarang adalah gambaran diri antum. Apakah itu sholat jamaahnya rajin atau tidak, Tilawahnya rutin atau masih bolong-bolong, Qiyamulail atau bangun siang. Itu cerminan antum. Disini kita tidak untuk pamer ibadah atau riya yang akan memberangus amalan kita, tapi untuk mengingatkan dan menjadi motivasi untuk lebih baik”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sederhana, tapi bermakna. Dalam, menembus hati. Seberapa besar perhatian dengan keluarga. Seberapa professional kita bekerja. Seberapa serius kita menyiapkan bekal di akhirat nanti.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“.. Tidaklah hamba-hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku sukai dibanding hal-hal yang Aku wajibkan. Dan hambaKu akan terus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan- amalan nafilah, sampai Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Aku akan menjadi pendengaran dimana ia mendengar dengannya. Aku akan menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya. Aku akan menjadi tangan dimana ia bertindak dengannya. Dan aku akan menjadi kaki yang mana ia berjalan dengannya”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yuk sama-sama kita siapkan bekal kita. Berikan waktu terbaik, diawal dan tempat terbaik, masjid untuk sholat kita. Berikan bonus untuk kita dengan sholat rawatib. Berdoa sebelum tidur. Bangun saat alarm dini hari dengan ‘ikhlas’ berbunyi. Berdua dengan-Nya, curhat, meminta ampunan dan kemudahan. Isi jiwa dengan tilawah. Mengisi pagi yang sejuk dan indah dengan lantunan dzikir almatsurat, atau pas sore hari. Sholat dhuha yang akan membuat rezeki lancar dan diberi kemudahan. Siapkan infaq terbaik untuk investasi akhirat kelak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saudaraku tolong saling bantu saya untuk menyiapkan bekal ini.</p>
<p class="MsoNormal"><em>Berbekallah untuk hari yang sudah pasti<br />
Sungguh kematian adalah muara manusia<br />
Relakah dirimu<br />
Menyertai segolongan orang<br />
Mereka membawa bekal<br />
sedangkan tanganmu hampa</em></p>
<p><em>Rasulullah bersabda<br />
Perbanyaklah mengingat<br />
Akan pemusnah segala kenikmatan dunia<br />
Itulah kematian yang kan pasti datang<br />
Kita tahu kapan waktunya kan menjelang</em></p>
<p><em>Menangislah hai sahabat karena takut kan Allah<br />
Niscaya engkaukan berada dalam Naungannya<br />
dihari kiamat disaat tiada naungan untuk manusia selain naunganNya<br />
Dalam ampunanNya dalam maghfirahNya<br />
Dosapun berguguran, bak daun dari pepohonan</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>(DzikrulMaut-Suara Persaudaraan)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=120&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/05/26/mutabaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dia milikku</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/04/16/dia-milikku/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/04/16/dia-milikku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 02:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[jagatulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Ali bin Abi Thalib]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Lantunan lagu dari yovie and the nuno (bukan tupen and the betha) terdengar jelas dari kamar tetangga. Judulnya kalau tidak salah ‘Dia milikku’, liriknya begini (sambil bayangin suara satu tupen, suara dua betha) dia untukku, bukan untukmu dia milikku, bukan milikmu lihatlah nanti, lihatlah saja biarkan aku mendekatinya Lagu bagus, tapi cengeng. Rebutan wanita. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=114&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lantunan lagu dari yovie and the nuno (bukan tupen and the betha) terdengar jelas dari kamar tetangga. Judulnya kalau tidak salah ‘Dia milikku’, liriknya begini (sambil bayangin suara satu tupen, suara dua betha) <img class="alignnone size-full wp-image-25" style="border:0;" title="he_hee" src="http://afit.files.wordpress.com/2008/09/he_hee.gif?w=500" alt="he_hee"   /></p>
<p><em>dia untukku, bukan untukmu </em></p>
<p><em>dia milikku, bukan milikmu </em></p>
<p><em>lihatlah nanti, lihatlah saja </em></p>
<p><em>biarkan aku mendekatinya</em></p>
<p>Lagu bagus, tapi cengeng. Rebutan wanita. Saya jadi teringat salah satu kisah tentang Ali bin Abi Thalib saat memaknai tentang cinta pada seorang wanita, Fatimah puteri Rasulullah. Sebagai seorang yang sangat dekat dengan Rasul, wajar Ali tahu persis Fatimah. Kelembutannya, perangainya, kecerdasannya. Kagum, atau mungkin tumbuh menjadi cinta. Atau pepatah jawa, <em>witing tresno jalaran soko kulino</em>, mungkin begitu. Hati selalu menjadi sesuatu yang misterius dan susah diterka.</p>
<p>Sontak Ali kaget ketika mendengar Abu Bakar akan melamar Fatimah. Ah, siapa yang tidak kenal dengan Abu Bakar. Keimanannya, keluhuran budinya, Ash shidiq julukan beliau. Sepak terjang dan komitmen beliau sungguh luar biasa.</p>
<p>Siapa saya?, resam Ali.</p>
<p>Pemuda miskin dibanding saudagar kaya? Fatimah akan lebih bahagia. “Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali. “Saya lebih mengutamakan Abu Bakar atas diriku, dan aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku”.  Rupanya lamaran Abu Bakar tidak bersambut, dan rasa itupun bersemi kembali. Saatnya Ali untuk terus mempersiapkan diri.</p>
<p>Namun Ali kembali tersentak, Umar pun datang melamar Fatimah! Kembali Ali membandingkan dirinya dengan Umar. Sosok perkasa, pemberani, bahkan setan pun takut padanya. Dia yang sampai Rasul berdoa, kutkanlah Islam dengan salah satu Umar. Dia yang membuat musuh gentar, tak berani. Sosok yang mampu membuat kaum muslimin lebih berani menegakkan kepala dihadapan musuh.</p>
<p>“Siapa saya?”, resam Ali kembali.</p>
<p>Rupanya Umar pun ditolak.</p>
<p>Ali pun berpikir, seperti apakah menantu yang dicari Rasul? Yang kaya raya, atau yang lebih tampan?</p>
<p>“Kenapa engkau tidak mencobanya Ali?”, saran seorang sahabat Ali.</p>
<p>“Aku?”, jawab Ali</p>
<p>“Siapa saya?, saya hanya pemuda miskin”</p>
<p>“Majulah saudaraku, kami siap membantu”, jawab sahabat Ali</p>
<p>Maka dibulatkan tekad. Bukankah seorang pemuda, harus mempertanggungjawabkan perasaannya. Kalau pun sekarang hanya ada baju besi dan tepung kasar sekadarnya, tidak bisa dijadikan alasan meminta Fatimah menunggu. Kenakak-kanakan jika harus meminta seperti itu. Bukankah Allah berjanji akan memampukan orang yang menikah.</p>
<p>Gayung pun bersambut, ‘Ahlan wa sahlan’, kata Rasul. Lamaran Ali diterima. Fatimah dan Ali akhirnya menikah.</p>
<p>Dengan keberanian akhirnya Ali menuntaskan hatinya. Dengan pengorbanan hati, mengutamakan Abu Bakar dan Umar. Meskipun ada senyap di hati, ada rasa yang menyentak di dada. Indah katanya ”Saya lebih mengutamakan Abu Bakar atas diriku, dan aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku”. Tidak cengeng memaknai cinta. <em>Dia milikku, bukan milikmu</em>, kata Yovie and Nuno. Rebutan?, <em>cape de</em>.</p>
<p><em>*kalau ada kesamaan tokoh, misal nama, adalah unsur kesengajaan. Tidak ada maksud tertentu, kebetulan sedang terlintas nama-nama tersebut, piss bro <img class="alignnone size-full wp-image-44" style="border:0;" title="piss" src="http://afit.files.wordpress.com/2008/09/peace1.gif?w=500" alt="peace1"   />*</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=114&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/04/16/dia-milikku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afit.files.wordpress.com/2008/09/he_hee.gif" medium="image">
			<media:title type="html">he_hee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afit.files.wordpress.com/2008/09/peace1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">piss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila seorang engineer belajar audit</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/03/30/bila-seorang-engineer-belajar-audit/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/03/30/bila-seorang-engineer-belajar-audit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 02:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[latest activity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa pekan lalu saya mengikuti sebuah training tentang Integrated Audit SOA. Saya pernah mendengar istilah asing ini ketika mengikuti masa pengasingan masa orientasi di Rindam Siliwangi. Dasar orang teknik, begitu mendengar istilah ekonomi, mulai dari audit, neraca, likuiditas, key control, dll, langsung mengibarkan bendera putih, nggak mudheng blas. Saya berpikir, masalah ini mending diserahkan ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=112&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa pekan lalu saya mengikuti sebuah training tentang <em>Integrated Audit SOA</em>. Saya pernah mendengar istilah asing ini ketika mengikuti <span style="text-decoration:line-through;">masa pengasingan</span> masa orientasi di Rindam Siliwangi. Dasar orang teknik, begitu mendengar istilah ekonomi, mulai dari audit, neraca, likuiditas, key control, dll, langsung mengibarkan bendera putih, <em>nggak mudheng blas</em>. Saya berpikir, masalah ini mending diserahkan ke anak akuntansi atau ekonomi. Ooh, ternyata ketemu lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> . Berbekal keinginan harus ada manfaat yang saya ambil, saya berusaha keras untuk memahami. Meskipun harus melawan kantuk. Menyuruh otak untuk berpikir, yang berusaha menolak ilmu yang sangat aneh <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Setidaknya ada beberapa hal yang nyantol di otak. Lumayan menambah ilmu. Saya jadi tahu masalah dunia audit, kenapa BNI kehilangan uang sekian trilyun, kimia farma yang menaikan angka penjualan dan menyembunyikan pajak, atau kasus Adam Air, kenapa investornya pergi karena adanya laporan keuangan yang tidak benar. Setidaknya didapat garis merah adalah Laporan keuangan harus benar agar investor percaya. Laporan keuangan akan semakin kuat apabila adanya<em> internal control</em> yang baik. Yang namanya investor ada yang berasal dari dalam negeri dan juga dari luar negeri. Biasanya para operator telekomunikasi akan me-listing sahamnya di NYSE (New York Stock Exchange), dan setiap operator yang listing di NYSE harus comply dengan aturan yang disebut <em>SOA</em>(Sarbanes Oxley Act). Dan bla bla bla (bisa dibaca didiktat nih <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Alhamdulillah ada manfaat yang bisa diambil, setidaknya memperluas wawasan. Jadi ingat pesan sang guru “ Belajarlah hal-hal lain diluar spesialisasi-mu”. Hmm, benar juga. Belajar hal-hal lain akan membuat kita bisa berfikir lebih baik dan mempunyai sisi pandang yang lebih luas terhadap satu masalah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=112&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/03/30/bila-seorang-engineer-belajar-audit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ILMI &#8211; Bring Islam Back!!</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/03/19/ilmi-bring-islam-back/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/03/19/ilmi-bring-islam-back/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 01:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[jagatulisan]]></category>
		<category><![CDATA[ILMI]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kepanitiaan]]></category>
		<category><![CDATA[STT Telkom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[*Tribute to all panitia ILMI Ukhuwah, kata yang sangat indah. Ingatanku berputar, flashback ke masa kampus. Tempat dimana kutemukan kata indah itu. Tempat saat diskusi begitu ramai. Tempat dimana idealisme mulai dipupuk. Cita besar telah dimulai disini. Sekian kepanitiaan telah ada, ada satu yang paling berkesan. Islamic Leadership and Motivation traIning. ILMI, begitu para akhawat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=100&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>*Tribute to all panitia ILMI</em></p>
<p>Ukhuwah, kata yang sangat indah. Ingatanku berputar, <em>flashback</em> ke masa kampus. Tempat dimana kutemukan kata indah itu. Tempat saat diskusi begitu ramai. Tempat dimana idealisme mulai dipupuk. Cita besar telah dimulai disini. Sekian kepanitiaan telah ada, ada satu yang paling berkesan. Islamic Leadership and Motivation traIning. ILMI, begitu para akhawat yang mengusulkan nama. Subhanallah, kreatif. Panitianya berisikan orang-orang yang luar biasa. Saya seperti terpicu, untuk bisa seperti mereka. Diskusi yang santun, tidak egois, indahnya. Selalu ada untaian kalimat penyejuk jiwa di setiap pertemuan. Tak kering jiwa ini berdekatan dengan mereka. Ada kerinduan, ada keinginan untuk selalu memberi ide yang terbaik.<br />
Adu argumen dengan &#8216;ruang sebelah&#8217;, atau saling tunjuk PJ acara menjadi kenangan indah. Survey tempat bareng Redy, ke tempat-tempat asing nan  indah (<em>Semoga suatu saat, bisa survey bareng lagi red, mungkin survey rumah</em> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  )<br />
Atau diskusi seru dengan sie acara.<br />
Atau nametag dan spanduk yang keren dari sie Pubdok.<br />
Yang membuat aturan Qiyamulail bareng, sie Evaluasi. Engkau tentu masih hafal dengan suara lantang</p>
<blockquote><p>&#8220;Kuntum khairu ummatin ukhrijat linnas ta&#8217;muruuna bil ma&#8217;ruf wa tanhawna &#8216;anil munkari watu&#8217;minuna billah..(3:110).</p></blockquote>
<p>&#8220;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..&#8221;.<br />
Yang harus muter-muter nyari kendaraan, harus rela nganterin pembicara dengan selamat sampai Cimahi, sie Transportasi.<br />
Atau kejadian konyol konsumsi Ustadz dimakan tanpa rasa ragu oleh ikhwan (oknum <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' />  ), Jazakumullah sie konsumsi atas sesuap nasi-nya.<br />
Bendahara, pendanaan, dan sekretaris yang sudah susah payah mengatur budget dan menyusun proposal.<br />
Ketua yang senantiasa sabar menerima permintaan.<br />
Semuanya begitu rapi. <em>Soffan ka annahum bunyanun marsus</em>. &#8220;barisan yang teratur, seperti bangunan yang tersusun kokoh&#8221;. Subhanallah, Allah pasti mencintai kalian semua.<br />
InsyaAllah tiada yang luput dari pengamatan Allah, termasuk kerja cerdas, kerja kreatif, kerja keras, kebaikan, dan keikhlasan engkau.</p>
<p><em>sejenak ku terkenang<br />
hakikat perjuangan , penuh onak dan cabaran<br />
bersama teman-teman, arungi kehidupan<br />
oh indahnya<br />
(Selamat berjuang-Brothers)</em></p>
<p>Akhi wa ukhti, dimanapun engkau berada, titip rindu untukmu. Rindu akan tausiyah engkau. Rindu akan semangat yang senantiasa engkau tularkan. Rindu akan senyuman manismu. Rindu akan teguran lembutmu.<br />
<em></em></p>
<p><em>selamat berjuang sahabatku<br />
semoga Allah berkatimu<br />
kenangan indah bersamamu, tak kan kubiar ia berlalu<br />
berjuanglah hingga ke akhirnya<br />
dan ingatlah semua ikrar kita<br />
(Selamat berjuang-Brothers)</em></p>
<p>Semoga Allah – Yang Maha membolak-balikkan hati, senantiasa memberikan kita kemudahan untuk selalu istiqomah. Amiin<br />
<em></em></p>
<p>*<em>Terinspirasi dari hasil obrolan via telpon dengan salah satu teman, yang sama-sama merindukan suasana ILMI. Beruntung kita sama-sama memakai Flexi, jadinya bisa ngobrol gratisan *sambil promosi* 8)<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=100&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/03/19/ilmi-bring-islam-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://afit.wordpress.com/2009/03/16/cinta-d/</link>
		<comments>http://afit.wordpress.com/2009/03/16/cinta-d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 08:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferry Afit</dc:creator>
				<category><![CDATA[jagatulisan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[para pejuang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afit.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Cinta, sebuah kata yang tidak pernah selesai dibahas, begitulah pengertiannya menurut saya. Karena cinta akan selalu menarik, tak lekang oleh zaman. Jikalau hari ini cinta diartikan sebagai hubungan dua sejoli yang dimabuk asmara, hmmm terlalu naif. Sempit. Bukankah cinta seorang Ibu selalu membuat hati tergetar. Bukankah cinta para mujahid selalu membuat bumi dan langit bergoncang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=79&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta, sebuah kata yang tidak pernah selesai dibahas, begitulah pengertiannya menurut saya. Karena cinta akan selalu menarik, tak lekang oleh zaman. Jikalau hari ini cinta diartikan sebagai hubungan dua sejoli yang dimabuk asmara, hmmm terlalu naif. Sempit. Bukankah cinta seorang Ibu selalu membuat hati tergetar. Bukankah cinta para mujahid selalu membuat bumi dan langit bergoncang. Lalu kenapa sampai sekarang cinta masih berputar untuk definisi <em>passion, intimacy</em> dan <em>commitment</em>?</p>
<p>Jika salah seorang saudara pernah bertanya, &#8220;kenapa kamu tidak mau menanggapi sinyal dari dia?&#8221; Saya pun hanya tersenyum. Bukan karena saya tipe cowok yang tahan, justru karena saya lemah. Saya lebih menyukai untuk memotong dan tidak meneruskan interaksi.<br />
Walhasil saya lebih memilih aktivitas di zona aman, zona hijau, berhijab dan bahkan beberapa hanya mengenal suara (voice recognition <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Kalaupun terpaksa berinteraksi dengan akhawat, set mode &#8216;dingin&#8217; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .<br />
Pun akhirnya satu masa telah berlalu. Zona aman tidak selalu ada. Zona yang selalu kuhindari justru lebih banyak dan luas. Konsekuensi yang dulu dialami oleh temen-temen saya di BEM, seperti <a href="http://beugh.wordpress.com">Ferdian</a> yang harus senantiasa terlatih dengan zona merah, mau tidak mau harus saya siap hadapi.<br />
Deg-degan, takut ketemu, trus menghindar, adalah  hal yang paling sering terjadi. Ya, karena justru rasa ini yang sering muncul ketika berinteraksi dengan akhawat. Melihat jilbab lebar yang berkibar saja, hati sudah berasa lain <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ada sebuah pesona, ada nilai lebih disana.<br />
Ada konsekuensi saat zona merah ini mulai kumasuki. Ada reaksi. Yah, saatnya berlatih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .<br />
Suatu saat dalam perjalanan dari Bandung, saudara saya <a href="http://nuradinugroho.wordpress.com/">Nur Adi</a> memutar lagu D&#8217;Cinnamons (ah, saya lupa judulnya), kurang lebih begini &#8221; <em>Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku, hingga membuat kau percaya</em>&#8220;. Lagu yang provokatif. Membuat hati tergerak untuk menjadi biru. Menggoda, katakan saja. Namun sisi lain berkata, &#8220;tidak untuk saat ini&#8221;. Memang mudah untuk langsung mengatakan. Memang susah melawan pergulatan batin. Jika ada rasa yang tak terungkap, saya lebih memilih untuk berdoa. Berikan yang lebih baik dari dia. Saya memilih untuk menjaga hati ini, sebelum saatnya tiba. Bukankah lebih indah jika terucap pada saat yang benar?<br />
Cinta memang akan membuat hati takluk. Tapi saya lebih memilih untuk menjadi Tuan<strong>*</strong> atas cinta saya . Saya yang akan mengendalikannya. Bukan cinta yang justru menjadikan saya sebagai budaknya. Memikirkan yang diharap, berbunga-bunga saat bertemu, berharap bahwa dialah jodohnya. Atau pada level tertentu, memaksakan kehendak, harus dia. <strong>Mengemis kasih</strong>, itulah bahasanya Raihan. Bukankah ini perbudakan? perbudakan oleh cinta?. Ah, saya akan mengikuti barisan para pejuang yang menjadi tuan atas cintanya. InsyaAllah lebih indah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>*Tuan boleh diganti Nyonya (setelah chatting dengan teman saya)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afit.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afit.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afit.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afit.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afit.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afit.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afit.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afit.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afit.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afit.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afit.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afit.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afit.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afit.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afit.wordpress.com&amp;blog=524437&amp;post=79&amp;subd=afit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afit.wordpress.com/2009/03/16/cinta-d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1650fa7be324eb034c66f9dc35090ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ferry Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
