Ingin kugandeng tangannya (lagi)

Tak pernah jemu hati ini untuk mengingatnya. Tak lelah bibir ini untuk berbicara lama dengannya. Satu jam, dua jam. Ah kadang kurang lama. Sudah lama aku mengenalnya, sering bertemu, sering berinteraksi. Dan kini hanya bisa via telpon. Lumayan, bisa mengurangi rasa kangenšŸ™‚

Dia pun hadir saat wisuda, saat genap diri ini menyandang gelar sarjana. Istimewa, dia memakai pakaian yang aku tunjukkan. Senangnya. Kusempatkan untuk berfoto bersama dengannya.

Wanita ini selalu spesial di hatiku. Begitu mengerti perasaanku. Itulah makanya, meskipun aku adalah seorang yang mandiri, saat berdua dengannya, langsung berubah manja. Dia selalu bisa menjadi pendengar yang baik, sekaligus pemberi nasihat yang indah. Pesan sederhananya, ā€œJangan lupa sholat nanti malemā€. Terimakasih, engkau mengingatkan.

Wanita ini begitu mengesankan, banyak hal-hal tentang dirinya yang tak pernah kulupakan. Kebiasaan-kebiasaannya, lugas tergambar. Saking bermaknanya, tak pernah lupa didaftar doa. Memohon agar selalu dalam kesehatan dan keberkahan. Aku takut kehilangan seseorang yang begitu berharga dalam hidupku.

Lama aku tak bisa menatap wajahnya. Lama tak melihat ekspresi wajah dan tubuhnya saat berbicara. Sudah lama tangan ini tidak menggandeng tangannya dengan lembut. Berjalan hanya berdua saja. Berboncengan dengan motor menikmati jalanan Bandung, mencari jilbabšŸ˜€ . Rindu aku.

Dan sempurna, saya mengatakan cinta, lirih.

Ibuā€¦ aku kangen, aku ingin menggandeng tanganmu lagišŸ™‚

Kapan kita jalan-jalan lagi di Bandung?

Kata mereka diriku selalu dimanja

Kata mereka diriku selalu ditimang

Nada-nada yang indah

Selalu terurai darinya

Tangisan nakal dari bibirku

Takkan jadi deritanya

(Bunda-Melly G)

3 Responses to “Ingin kugandeng tangannya (lagi)”


  1. 1 Ferry Afit June 4, 2009 at 8:29 am

    Jadi pengen pulangšŸ˜¦

  2. 2 Andhika June 4, 2009 at 8:34 pm

    romantisnyah ke ibu sendiri. tapi emang harus gituh sih.
    kirain ibu kamu lagi ultah fer, sama kaya Si Papah.

  3. 3 ridhobustami June 10, 2009 at 1:53 am

    Seperti udara… kasih yang engkau berikan
    Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
    ….
    ….
    -iwan fals-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: